Tampilkan postingan dengan label bhima. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bhima. Tampilkan semua postingan

06 April 2019

Anak suka lagu rock

Bhima anakku saat ini umur 8,5 tahun. Sekitar setengah tahun lalu dia senang lagu Wold World (Mr. Big), lalu sekarang lagi senang Bohemian Rhapsody dan Fat Bottomed Girls (Queen).
Selera musiknya cukup bagus, paling gak dia menghargai lagu2 yang ada di playlist bapaknya. :-)

07 September 2018

Utameha

Sampai di rumah pulang dari kerja, Bhima dan mbahnya gak keliatan di ruang TV, padahal biasanya mereka nonton. Ternyata mereka lagi...
BELAJAR!
❤❤❤
Selepas Asian Games 2018, banyak orang memuji para peraih medali emas. Antara lain dengan frase "usaha tak mengkhianati hasil" artinya kalau kita berusaha, kerja keras, hasilnya pun akan baik.
UTAMEHA. Usaha TAk MEngkhianati HAsil.
Semoga kau mencapai cita-citamu ya, nak. 10-11 tahun lagi Bapak dan Ibu melepasmu berangkat ke Australia, setelah kamu diterima studi menjadi Pilot di Qantas Pilot Academy.
Sesungguhnya, Bapak mengetik ini dengan bergetar, karena cita-citamu yang tinggi itu.
Percayalah, TUHAN yang merancang masa depanmu dan bersama Dia tidak ada yang mustahil. Amin!

29 Agustus 2018

Perjuangan

Hari Selasa pagi, 28 Agustus 2018.
Saat dibangunin, Bhima mengeluh "Aku masih capek". Seperti hari-hari sebelumnya, alasannya masih sama. Biasanya aku bilang, "Capek boleh, sakit boleh, tapi jangan malas."
Tapi hari ini aku pakai jurus lain.
(Bhima mulai melek dan bangun dari tempat tidur dengan wajah cemberut)
Kamu harus berjuang melawan rasa capekmu, nak. Kamu tahu gak, tokoh-tokoh dunia, bukan cuma yang di Indonesia tapi dari seluruh dunia, itu dikenang karena apanya? Kelahirannya? Bukan. Pernikahannya? Bukan. Tapi karena perjuangannya.
Contohnya Mahatma Gandhi. Dari mana dia? India.. Namanya Mahatma. Maha atma. Jiwa besar..
(Sampai sini ia mulai tertarik dan senyum-senyum)
Perjuangan Mahatma Gandhi adalah melawan pemerintah yang kasar. Dia berjuang dengan cara apa? Gak tahu, kata Bhima sambil menunggu..
Dia melawan dengan cara tanpa kekerasan. Jadi waktu dikatain, dia gak membalas, dia diem aja. Waktu dipukul juga gitu, dia gak membalas. Dia melawan pemerintah yang kasar dengan cara tanpa kekerasan.
Selain itu, dia juga melawan dirinya sendiri. Waktu dikatain atau dipukul, tentu ia pengen membalas. Tapi dia tidak membalas.
Eh tau gak Mahatma Gandhi itu kagum sama siapa? Sama Tuhan Yesus!
Whaaaat? Bhima melongo.
Iya, Tuhan Yesus mengajarkan apa coba? Kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Jadi Bapak, Bhima, Ibu, harus mengasihi orang lain seperti apa? Seperti kita mengasihi diri kita sendiri.
Terus kata Tuhan Yesus lagi, berdoalah untuk mereka yang menganiaya kamu. Nah, mungkin inilah yang membuat Mahatma Gandhi tidak melawan waktu ia dikata-katain bahkan waktu ia dipukul..
Waktu bercerita selesai!
Bhima sudah selesai mandi, sesudah itu sarapan, dan siap berangkat ke sekolah.
Suatu hari nanti aku akan ceritakan tokoh-tokoh dunia yang lain..

24 Maret 2018

(Ng)³ Ngobrol Ngalor Ngidur

Pagi ini saat sarapan bersama Bhima, tiba-tiba saya tergerak untuk ngobrol tapi gak tahu mau cerita apa.
Bhi, siapa nama Presiden Indonesia yang pertama?
Mmm
Su..?
Sukarno!
Bagus. Yang kedua, Su...
Suharto!
Good.
Lalu saya cerita Sukarno menjadi Presiden selama 20 tahun, dilanjutkan Suharto selama 32 tahun. Setelah itu orang Indonesia sepakat tidak mau lagi Presiden selama itu, jadi ditetapkan hanya 2 periode x 5 tahun, artinya seseorang bisa menjadi Presiden Indonesia paling lama 10 tahun.
Presiden ketiga siapa?
Mmm gak tau
BJ?
Gak tau..
BJ Habibie..
Ooo.. BJ Habibie
Eh, kamu tau gak kalau Presiden Habibie itu bikin pesawat?
(matanya mulai menunjukkan ketertarikan, karena dia hobi dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan pilot dan pesawat)
Habibie itu diakui di dunia penerbangan internasional. Pesawat itu kan banyak getaran, nah dia menemukan perhitungan yang bisa memperkirakan keretakan pada pesawat, hubungannya dengan keselamatan penumpang pesawat (cuma sejauh itulah yang saya tahu).

10 September 2017

Skateboard Practice


This is my son, Bhima, practicing skateboard early in the morning still in his pyjamas. Watch his video here:

05 April 2017

Boleh, Boleh, Jangan

Mengajar itu belajar. Memang betul, sebagai orang tua aku berusaha mengajar anakku dan dari situ seringkali muncul pencerahan yang tiba-tiba bisa dipakai untuk mengajar anakku, dan juga aku sendiri belajar dari situ.
Pagi ini Bhima susah sekali dibangunkan, sampai tiga kali aku keluar masuk kamarnya membangunkan dia. Biasanya dihitung satu sampai sepuluh, ia bangun di hitungan delapan atau sembilan. Tapi hari ini aku tidak mau marah-marah, dan aku tahu Bhima pun tidak suka dimarahi. Makanya aku berusaha secara halus membangunkan dia, lalu ketika dia belum mau bangun, aku keluar pakai kemeja kerja, menyiapkan makan siang, sarapan, dan seterusnya yang biasa dikerjakan pagi-pagi.
Terakhir aku masuk kamarnya, Bhima mengulet dan berkata, "Aku capek..." sebagai alasan dia tidak mau bangun pagi. Kukatakan, "Nak, kamu boleh capek. Kamu juga boleh sakit (ini juga kadang digunakan sebagai alasan). Tapi, jangan malas. Malas itu penyakit dalam hidup."
  • Boleh capek
  • Boleh sakit
  • Jangan malas
Aku tertegun, dalam hatiku aku kagum dan heran akan ucapan yang keluar dari mulutku sendiri. Aku percaya Roh Kudus berkata-kata melalui hati nuraniku, sebuah pembelajaran dan pengingat untuk kami berdua.
Setelah Bhima bangun, kutuntun dia masuk kamar mandi sambil bincang-bincang. Rutinitas pagi ini pun dimulai dengan sukacita dan kekaguman.

02 Desember 2016

Ngambek

"Bhima, bangun! Sudah jam 5, nak.."
Kaget, lalu dia marah, gak mau dielus, dibelai, bahkan disentuh aja gak mau. Hancur rasanya hatiku sepanjang hari itu.
Akhirnya mbahnya yang membantunya mandi dan makan. Bhima tetap sekolah seperti biasa.


Sore harinya, bapak pulang disambut Bhima dengan gembira, sontak hatiku gembira. Ia memeluk dan menciumku bertubi-tubi..
"Bhi, bapak tadi pagi sedih deh pas Bhima ngambek. Jangan marah lagi ya," kataku sambil berkaca-kaca.
Ia melihatku bingung, mungkin sudah lupa kalau dia ngambek.
"Selow aja men!"
Ngakak! Belajar dimana ngomong kaya gitu? Dasar anak kelas 1 SD.. :)

19 November 2016

Jangan Pukul


Bhima sudah kelas 1 SD. Belum lama ini waktu bermain Bhima didorong temannya sampai kakinya terantuk tangga dan luka di dua bagian. Anak yang mendorongnya biasanya kalem. Mbahnya juga bilang bahwa gaya bermainnya Bhima dan teman-teman adalah saling dorong. Sedih juga melihat kondisi seperti ini.
Tapi aku harus berbuat sesuatu.
Bhima mulai diperkenalkan dengan bela diri.
Dalam bela diri, dilatih kuda-kuda. Dengan kuda-kuda yang benar, tidak mudah jatuh.
Selain itu, dengan berlatih bela diri di bawah sadar kita mempunyai pengenalan yang lebih baik tentang diri kita sendiri.
Aku mau memperkenalkannya pada Aikido, ah tapi rasanya kok usia 6 tahun itu masih terlalu muda. Maka aku tidak memasukkan Bhima di les aikido, tapi memperkenalkan hal-hal yang praktis dapat digunakan.
Ikkyo, nikkyo, sankyo. Tiga bentuk kuncian dasar dalam Aikido tadi dipelajari sambil main gulat, sebelum mandi. Hari Sabtu seperti ini memang ideal untuk berkomunikasi dan beraktivitas bersama keluarga.
Bhi, kalau ada temanmu pukul kamu, jangan balas memukul. Meskipun kamu dipukul duluan, bisa saja kamu disalahin, karena kamu juga memukul. Tapi kalau kamu melakukan kuncian sambil bilang, "Tolong jangan pukul aku ya. Aku tidak suka kamu pukul aku. Rasanya sakit kalau dipukul."
Kamu tidak tahu namanya, tidak masalah. Ini tipsnya, pegang di sini dan di situ. Jangan terlalu ke sini. Yak, pas di situ. Jauhkan ke situ, karena kalau dekat dia mudah lepas. Jangan sekadar bentuknya seperti itu, tapi rasakan kunciannya masuk atau tidak. Nih, contohnya... Waktu Bhima aku kunci dan tidak bisa melepaskan diri, dia mengaduh sambil ketawa-ketiwi. Persis waktu aku kecil, ketawa-ketiwi itu tandanya kagum dengan apa yang diajarkan. Mulai dari kagum muncul ketertarikan, semoga ia tekun mendalaminya dan mampu menggunakannya di saat ketika diperlukan.

15 November 2016

Iya, Bapak


Para orang tua berlomba mencetak anak super
Berprestasi tinggi, punya lemari piala
Menguasai semua mata pelajaran
Unggul dalam semua bidang

Buat apa?
Konon, supaya
Karier cemerlang
Punya banyak uang

Sukses di depan mata
Siapa yang tidak senang?
Tapiernyata ujungnya
Kebanggaan orang tua

Bapak berulang kali berpesan pada si anak:
Nak, pintar saja tidak cukup
Yang penting adalah kamu baik hati
Kalau kamu pintar tapi tidak baik hati
Mengerikan, kamu bisa menjadi penjahat sejati
Tapi
Kalau tidak pintar, bagaimana bisa menolong orang lain?
Jadilah anak yang baik, juga pintar

Bhima mengangguk dan menjawab sederhana
Iya, Bapak

Dadaku sesak bahagia
Terima kasih, Tuhan

28 Oktober 2016

Main Tebakan

Salah satu kegiatan favorit Bhima menghabiskan waktu dalam perjalanan adalah main tebakan:
"Benda apa yang dibeli mahal tapi diinjak-injak?"
"Berapa jumlah roda mobil?"
"Siapa nama presiden Indonesia?"
"Benda apa yang belinya tidak boleh 1, tapi harus 2?"
"Siapa pencipta lagu Indonesia Raya?"
"Apa yang kita pegang di tangan kiri waktu kita makan?"

Main tebakan adalah sarana komunikasi dan mengajar yang menyenangkan untuk anak seperti Bhima yang senang sekali ngobrol.

Pertanyaan harus dari apa yang pernah dialami anak atau dapat dilihat anak saat itu juga. Anak hanya bisa menjawab hal-hal yang pernah dilihat atau dialaminya sendiri.
Pertanyaan tidak perlu susah-susah. Pertanyaan yang dapat dijawab anak dengan benar akan dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Tapi pertanyaan tidak mungkin sama terus, harus selalu ditingkatkan sesuai perkembangan kemampuan berpikirnya. Kalau terlalu mudah, ia akan mudah bosan. Kalau terlalu susah, ia akan tertekan bahkan malas menjawab. Menemukan titik yang pas itu adalah seninya.
Apakah ada panduan pertanyaan yang cocok dengan usia anak? Mungkin ada, coba googling deh, tapi yang pasti karena sering main, kita akan mengenal seberapa jauh pengetahuan anak kita saat ini. Dan setiap kali bisa kita coba tingkatkan, seandainya terlalu sulit ya tinggal diturunkan lagi.

Awalnya saya memberikan 10 pertanyaan untuk Bhima, waktu ia bisa menjawab sebagian besar jawaban, kita rayakan bersama-sama dengan hore-hore, tepuk tangan, atau hadiah kerupuk :)
Lalu kemudian, saya membuat aturan baru yaitu bertanya gantian. Bapak bertanya, lalu gantian Bhima yang bertanya. Ini membuat permainan lebih seru, karena membuat pertanyaan itu lebih susah daripada sekadar menjawab. Dengan membuat pertanyaan, pertama-tama kita harus menentukan apa jawaban yang kita pilih, lalu kemudian membuat pertanyaan yang cocok dengan jawaban tersebut. Anak pada dasarnya belajar dari meniru orang di sekitarnya (kita, orangtuanya). Maka ia akan meniru model pertanyaan, misal saya bertanya "benda apa yang...." maka waktu dia bertanya pun akan diawali dengan "benda apa yang...." Sebagai orangtua, kita perlu juga sesekali menjawab salah atau pura-pura tidak tahu. Anak tidak meledek atau menghina, tapi memberikan jawaban yang benar. Saya percaya ini terjadi apabila kita mencontohkan hal itu (tidak meledek atau menghina) saat ia tidak bisa menjawab atau salah menjawab.

Hal yang menyenangkan dalam parenting (buat saya pribadi) adalah menyelipkan pengajaran dalam setiap hal. Waktu main tebakan, kita bisa bertanya seperti ini: "Setelah selesai makan, apa yang harus kita lakukan?" Jawaban yang kita harapkan adalah: bawa piring kotor ke dapur.
Dengan mengingat jawaban tersebut, kita sudah menyelipkan pesan (tidak berbentuk perintah) untuk melakukan hal itu. Kuncinya, jangan lupa pada saat sesudah anak selesai makan, diingatkan kembali untuk melakukan apa yang sudah diingatnya.

Selamat main tebakan :) Happy parenting!

27 April 2016

Bersyukur

Pagi tadi pas berangkat sekolah, Bhima ngedumel waktu ada motor yang hampir nyerempet motor kita.
"Gimana sih orang jalannya gak liat-liat.."
"Bhi, kok pagi-pagi ngomel.. Emang Bhima niru siapa sih kaya gitu? Bapak ya, suka ngomel sambil nyetir? Maafin Bapak ya nak.."
Bhima diam saja. Iya, aku tahu dia sedang meniruku.

"Gak baik ngomel-ngomel, Mbhi. Kita harus banyak bersyukur.. (Hehe ceritanya baru dapat pencerahan nih)
Pagi ini cerah ya? Wah coba kalo hujan deras, kita pasti repot deh. Musti pakai mobil, bawa payung, pakai jaket biar gak kedinginan.. Kita bersyukur yuk karena pagi ini cerah!
Bhi, coba kamu tarik nafas panjang #hufff lalu buang #husss. Bersyukur ya Bhi, kita bisa nafas. Di RS ada lho orang yang susah napas, perlu dibantu alat. Nama alatnya ven-ti-la-tor. Ventilator.
Eh kita kan bisa melihat. Coba tuh lihat awan di sana..."
"Iya aku bisa lihat awan yang jauh, aku kan pinter makan carrot.."
"Coba kamu tutup mata deh. Gimana, kalo matanya ditutup Bhima bisa baca? Enggak kan? Coba tutup, nah tulisan di mobil itu apa bacanya Bhi?
Bersyukur ya kita bisa melihat, bisa baca, dan banyak baca jadi pinter.. Coba kalo Bhima gak bisa lihat, pasti gak enak rasanya, semuanya gelap.."

Selalu ada hal yang bisa disyukuri, tapi apakah kita sadar dan tergerak untuk mensyukurinya?
Selalu ada alasan untuk bersyukur, tapi seringkali ada mental block yang begitu besar yang menghalangi kita, yang menganggap banyak hal sebagai hal yang remeh temeh, hal biasa, padahal semuanya adalah anugerah dari Tuhan.

Tips bersyukur:
1. Hitunglah apa yang ada padamu, bukan yang tidak ada.
2. Kontraskan dengan keadaan jika kita tidak memiliki apa yang kita miliki itu.

13 April 2016

Anak TK bicara menikah

Pulang sekolah hari ini, Bhima bilang, "Aku mau pacaran sama Adisti"
Kali ini sudah gak kaget karena kali ini bilangnya 'cuma' pacaran. Sebelumnya Bhima pernah bilang mau nikah sama Maris, Retha, dan pernah sebut nama beberapa gadis lain.
"Kenapa kok mau pacaran sama Adisti? Emang dia baik?"
"Iya dia baik.. *senyum*"
Aku gak begitu ingat dulu awal 80an pergaulan anak2 TK seperti apa, tapi rasanya gak pernah bicarain soal pacaran, apalagi menikah. Seingatku waktu SD pas sudah ada rasa 'kesetrum' saat tak sengaja adu mata dengan seorang gadis yang cantik, topik-topik seputar suka dengan si dia, pacaran, malah justru dihindari.
Balik lagi ke Bhima saat pertama kali dengar dia mau menikah dengan teman sekelasnya. Kaget, panik, mengira-ngira siapa yang dia tiru, bahkan berusaha mengingat-ingat pelajaran Psikologi Perkembangan anak usia balita, rasanya kok gak ingat pernah disinggung tentang anak balita bicara soal pernikahan..
Tapi ketika kita tidak langsung menghakimi, melainkan justru menggali apa yang dia maksudkan, seberapa jauh pemahamannya tentang pacaran dan pernikahan, kita justru sadar bahwa tidak perlu ada yang dikuatirkan.

Yakobus 1:19-20 (TB)  Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

James 1:19-20 (ESV)  Know this, my beloved brothers: let every person be quick to hear, slow to speak, slow to anger;
for the anger of man does not produce the righteousness of God.

http://www.bibleforandroid.com/v/7515ddb1ad2c

No WA Tiyo

Halo! Posting ini saya buat karena saat chatting di Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee tidak boleh mengirim no kontak HP/WhatsApp. Jad...