Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

06 April 2019

Anak suka lagu rock

Bhima anakku saat ini umur 8,5 tahun. Sekitar setengah tahun lalu dia senang lagu Wold World (Mr. Big), lalu sekarang lagi senang Bohemian Rhapsody dan Fat Bottomed Girls (Queen).
Selera musiknya cukup bagus, paling gak dia menghargai lagu2 yang ada di playlist bapaknya. :-)

07 September 2018

Utameha

Sampai di rumah pulang dari kerja, Bhima dan mbahnya gak keliatan di ruang TV, padahal biasanya mereka nonton. Ternyata mereka lagi...
BELAJAR!
❤❤❤
Selepas Asian Games 2018, banyak orang memuji para peraih medali emas. Antara lain dengan frase "usaha tak mengkhianati hasil" artinya kalau kita berusaha, kerja keras, hasilnya pun akan baik.
UTAMEHA. Usaha TAk MEngkhianati HAsil.
Semoga kau mencapai cita-citamu ya, nak. 10-11 tahun lagi Bapak dan Ibu melepasmu berangkat ke Australia, setelah kamu diterima studi menjadi Pilot di Qantas Pilot Academy.
Sesungguhnya, Bapak mengetik ini dengan bergetar, karena cita-citamu yang tinggi itu.
Percayalah, TUHAN yang merancang masa depanmu dan bersama Dia tidak ada yang mustahil. Amin!

02 Februari 2018

Providence

Providence dari kata latin providere. Pro=depan, videre=melihat, artinya to foresee, melihat ke depan.
Ada tindakan preserving/menjaga/merawat dan guiding/menjaga.
Matius 6:25-26 (TB)  "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Tuhan bukan cuma menciptakan bendanya (material) tapi juga hukum yang mengatur dalam pengelolaannya.
Berkuasa dan menaklukkan bukan untuk mengeksploitasi tapi merawat, memelihara, menuntun dan mengatur.
Seperti pemerintah terhadap rakyat. Pemerintah berkuasa terhadap masyarakat, masyarakat tunduk pada pemerintah. Tapi bukan dalam rangka supaya pemerintah mengeksploitasi masyarakat tapi dalam rangka membimbing, merawat, memelihara, dan memberdayakan masyarakat. Begitu juga dalam relasi orang tua terhadap anak. Ortu jadi perpanjangan tangan Tuhan bagi anak dalam menjaga, merawat, membimbing, dan memberdayakan anak.
Jika kita percaya bahwa segala sesuatu tidak terjadi secara kebetulan, adalah bentuk pengakuan kita akan providensia Tuhan, pengakuan akan jaminan bahwa Tuhan hadir dan secara aktif berpartisipasi dalam hidup kita.

18 Oktober 2017

Manners maketh man


"Manners maketh man," begitu slogan film Kingsman (2015) yang juga disebut dalam lirik lagu "Englishman in New York" yang dinyanyikan Sting (1987), ini bait lengkapnya:
     If "manners maketh man" as someone said
     He's the hero of the day
     It takes a man to suffer ignorance and smile
     Be yourself no matter what they say



Manner, dalam bahasa Inggris dijelaskan sebagai a person's outward bearing or way of behaving toward others dan juga polite or well-bred social behavior. Penjelasan ini baik sekali, karena bukan sekadar sikap atau gaya, tapi bagaimana bersikap dengan baik terhadap orang lain, perilaku sosial yang santun sebagai hasil bagaimana seseorang dibesarkan.

Manner ini penting sekali dalam kita berelasi dengan orang lain. Kita merasa tidak nyaman jika harus bekerjasama dengan orang yang "gak manner" karena potensi konfliknya lebih besar. Boleh jadi kusimpulkan good manner (sikap yang baik) dapat menjauhkan seseorang dari masalah yang tidak perlu.

Pagi ini ada kejadian di rumah. Anak kost yang tinggal di rumahku melanggar peraturanku, lalu aku tegur tapi malah dia ngeles dan ngotot. Kubilang sama dia, "Kalau kamu sudah tahu salah, melanggar aturan, seharusnya kamu minta maaf, bukan malah ngotot."
Dia tidak berani menatap mataku secara langsung, itu tandanya dia sudah mengakui kesalahannya.
"Saya menegur ini bukan untuk merendahkanmu tapi untuk mengajarmu. Tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana bersikap, kamu harus bersikap baik karena kamu sudah mau masuk ke dunia kerja."

Sesudah kutegur secara langsung, tak lama kemudian dia marah pada istriku lewat telpon. This is unacceptable!
Dia minta kebebasan, jadi ia merasa tidak bebas tinggal di rumahku. Entah seperti apa ia dibesarkan di rumahnya, apakah tidak ada aturan yang jelas, atau penegakan aturannya yang lemah.

Lucunya lagi, anak ini tinggal di rumahku dalam masa anugerah, artinya dia tidak bayar tambahan untuk 3 hari sesudah masa kostnya berakhir, sampai dia kembali ke kota asalnya. Sudah tidak bayar, melanggar peraturan lalu ditegur, malah marah.

Duh, susahnya mengajarkan manner pada orang yang sudah terlanjur dewasa..

05 Februari 2017

Mendidik Anak Utuh, Menuai Keluarga Tangguh

Buku "Mendidik Anak Utuh Menuai Keluarga Tangguh" karya Julianto Simanjuntak, Roswitha Ndraha, dan kawan-kawan, diterbitkan ulang oleh Pelikan Indonesia dengan desain cover baru yang lebih segar karya Tiyo W Prasetyo.
Buku tebal ini berisi 50 tema konseling anak dan remaja, baik untuk dibaca dan dijadikan pegangan bagi para orang tua, guru, guru sekolah minggu, pembina remaja, dst.

15 November 2016

Iya, Bapak


Para orang tua berlomba mencetak anak super
Berprestasi tinggi, punya lemari piala
Menguasai semua mata pelajaran
Unggul dalam semua bidang

Buat apa?
Konon, supaya
Karier cemerlang
Punya banyak uang

Sukses di depan mata
Siapa yang tidak senang?
Tapiernyata ujungnya
Kebanggaan orang tua

Bapak berulang kali berpesan pada si anak:
Nak, pintar saja tidak cukup
Yang penting adalah kamu baik hati
Kalau kamu pintar tapi tidak baik hati
Mengerikan, kamu bisa menjadi penjahat sejati
Tapi
Kalau tidak pintar, bagaimana bisa menolong orang lain?
Jadilah anak yang baik, juga pintar

Bhima mengangguk dan menjawab sederhana
Iya, Bapak

Dadaku sesak bahagia
Terima kasih, Tuhan

28 Oktober 2016

Main Tebakan

Salah satu kegiatan favorit Bhima menghabiskan waktu dalam perjalanan adalah main tebakan:
"Benda apa yang dibeli mahal tapi diinjak-injak?"
"Berapa jumlah roda mobil?"
"Siapa nama presiden Indonesia?"
"Benda apa yang belinya tidak boleh 1, tapi harus 2?"
"Siapa pencipta lagu Indonesia Raya?"
"Apa yang kita pegang di tangan kiri waktu kita makan?"

Main tebakan adalah sarana komunikasi dan mengajar yang menyenangkan untuk anak seperti Bhima yang senang sekali ngobrol.

Pertanyaan harus dari apa yang pernah dialami anak atau dapat dilihat anak saat itu juga. Anak hanya bisa menjawab hal-hal yang pernah dilihat atau dialaminya sendiri.
Pertanyaan tidak perlu susah-susah. Pertanyaan yang dapat dijawab anak dengan benar akan dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Tapi pertanyaan tidak mungkin sama terus, harus selalu ditingkatkan sesuai perkembangan kemampuan berpikirnya. Kalau terlalu mudah, ia akan mudah bosan. Kalau terlalu susah, ia akan tertekan bahkan malas menjawab. Menemukan titik yang pas itu adalah seninya.
Apakah ada panduan pertanyaan yang cocok dengan usia anak? Mungkin ada, coba googling deh, tapi yang pasti karena sering main, kita akan mengenal seberapa jauh pengetahuan anak kita saat ini. Dan setiap kali bisa kita coba tingkatkan, seandainya terlalu sulit ya tinggal diturunkan lagi.

Awalnya saya memberikan 10 pertanyaan untuk Bhima, waktu ia bisa menjawab sebagian besar jawaban, kita rayakan bersama-sama dengan hore-hore, tepuk tangan, atau hadiah kerupuk :)
Lalu kemudian, saya membuat aturan baru yaitu bertanya gantian. Bapak bertanya, lalu gantian Bhima yang bertanya. Ini membuat permainan lebih seru, karena membuat pertanyaan itu lebih susah daripada sekadar menjawab. Dengan membuat pertanyaan, pertama-tama kita harus menentukan apa jawaban yang kita pilih, lalu kemudian membuat pertanyaan yang cocok dengan jawaban tersebut. Anak pada dasarnya belajar dari meniru orang di sekitarnya (kita, orangtuanya). Maka ia akan meniru model pertanyaan, misal saya bertanya "benda apa yang...." maka waktu dia bertanya pun akan diawali dengan "benda apa yang...." Sebagai orangtua, kita perlu juga sesekali menjawab salah atau pura-pura tidak tahu. Anak tidak meledek atau menghina, tapi memberikan jawaban yang benar. Saya percaya ini terjadi apabila kita mencontohkan hal itu (tidak meledek atau menghina) saat ia tidak bisa menjawab atau salah menjawab.

Hal yang menyenangkan dalam parenting (buat saya pribadi) adalah menyelipkan pengajaran dalam setiap hal. Waktu main tebakan, kita bisa bertanya seperti ini: "Setelah selesai makan, apa yang harus kita lakukan?" Jawaban yang kita harapkan adalah: bawa piring kotor ke dapur.
Dengan mengingat jawaban tersebut, kita sudah menyelipkan pesan (tidak berbentuk perintah) untuk melakukan hal itu. Kuncinya, jangan lupa pada saat sesudah anak selesai makan, diingatkan kembali untuk melakukan apa yang sudah diingatnya.

Selamat main tebakan :) Happy parenting!

No WA Tiyo

Halo! Posting ini saya buat karena saat chatting di Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee tidak boleh mengirim no kontak HP/WhatsApp. Jad...