Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

06 April 2019

Anak suka lagu rock

Bhima anakku saat ini umur 8,5 tahun. Sekitar setengah tahun lalu dia senang lagu Wold World (Mr. Big), lalu sekarang lagi senang Bohemian Rhapsody dan Fat Bottomed Girls (Queen).
Selera musiknya cukup bagus, paling gak dia menghargai lagu2 yang ada di playlist bapaknya. :-)

28 Oktober 2016

Main Tebakan

Salah satu kegiatan favorit Bhima menghabiskan waktu dalam perjalanan adalah main tebakan:
"Benda apa yang dibeli mahal tapi diinjak-injak?"
"Berapa jumlah roda mobil?"
"Siapa nama presiden Indonesia?"
"Benda apa yang belinya tidak boleh 1, tapi harus 2?"
"Siapa pencipta lagu Indonesia Raya?"
"Apa yang kita pegang di tangan kiri waktu kita makan?"

Main tebakan adalah sarana komunikasi dan mengajar yang menyenangkan untuk anak seperti Bhima yang senang sekali ngobrol.

Pertanyaan harus dari apa yang pernah dialami anak atau dapat dilihat anak saat itu juga. Anak hanya bisa menjawab hal-hal yang pernah dilihat atau dialaminya sendiri.
Pertanyaan tidak perlu susah-susah. Pertanyaan yang dapat dijawab anak dengan benar akan dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Tapi pertanyaan tidak mungkin sama terus, harus selalu ditingkatkan sesuai perkembangan kemampuan berpikirnya. Kalau terlalu mudah, ia akan mudah bosan. Kalau terlalu susah, ia akan tertekan bahkan malas menjawab. Menemukan titik yang pas itu adalah seninya.
Apakah ada panduan pertanyaan yang cocok dengan usia anak? Mungkin ada, coba googling deh, tapi yang pasti karena sering main, kita akan mengenal seberapa jauh pengetahuan anak kita saat ini. Dan setiap kali bisa kita coba tingkatkan, seandainya terlalu sulit ya tinggal diturunkan lagi.

Awalnya saya memberikan 10 pertanyaan untuk Bhima, waktu ia bisa menjawab sebagian besar jawaban, kita rayakan bersama-sama dengan hore-hore, tepuk tangan, atau hadiah kerupuk :)
Lalu kemudian, saya membuat aturan baru yaitu bertanya gantian. Bapak bertanya, lalu gantian Bhima yang bertanya. Ini membuat permainan lebih seru, karena membuat pertanyaan itu lebih susah daripada sekadar menjawab. Dengan membuat pertanyaan, pertama-tama kita harus menentukan apa jawaban yang kita pilih, lalu kemudian membuat pertanyaan yang cocok dengan jawaban tersebut. Anak pada dasarnya belajar dari meniru orang di sekitarnya (kita, orangtuanya). Maka ia akan meniru model pertanyaan, misal saya bertanya "benda apa yang...." maka waktu dia bertanya pun akan diawali dengan "benda apa yang...." Sebagai orangtua, kita perlu juga sesekali menjawab salah atau pura-pura tidak tahu. Anak tidak meledek atau menghina, tapi memberikan jawaban yang benar. Saya percaya ini terjadi apabila kita mencontohkan hal itu (tidak meledek atau menghina) saat ia tidak bisa menjawab atau salah menjawab.

Hal yang menyenangkan dalam parenting (buat saya pribadi) adalah menyelipkan pengajaran dalam setiap hal. Waktu main tebakan, kita bisa bertanya seperti ini: "Setelah selesai makan, apa yang harus kita lakukan?" Jawaban yang kita harapkan adalah: bawa piring kotor ke dapur.
Dengan mengingat jawaban tersebut, kita sudah menyelipkan pesan (tidak berbentuk perintah) untuk melakukan hal itu. Kuncinya, jangan lupa pada saat sesudah anak selesai makan, diingatkan kembali untuk melakukan apa yang sudah diingatnya.

Selamat main tebakan :) Happy parenting!

13 April 2016

Anak TK bicara menikah

Pulang sekolah hari ini, Bhima bilang, "Aku mau pacaran sama Adisti"
Kali ini sudah gak kaget karena kali ini bilangnya 'cuma' pacaran. Sebelumnya Bhima pernah bilang mau nikah sama Maris, Retha, dan pernah sebut nama beberapa gadis lain.
"Kenapa kok mau pacaran sama Adisti? Emang dia baik?"
"Iya dia baik.. *senyum*"
Aku gak begitu ingat dulu awal 80an pergaulan anak2 TK seperti apa, tapi rasanya gak pernah bicarain soal pacaran, apalagi menikah. Seingatku waktu SD pas sudah ada rasa 'kesetrum' saat tak sengaja adu mata dengan seorang gadis yang cantik, topik-topik seputar suka dengan si dia, pacaran, malah justru dihindari.
Balik lagi ke Bhima saat pertama kali dengar dia mau menikah dengan teman sekelasnya. Kaget, panik, mengira-ngira siapa yang dia tiru, bahkan berusaha mengingat-ingat pelajaran Psikologi Perkembangan anak usia balita, rasanya kok gak ingat pernah disinggung tentang anak balita bicara soal pernikahan..
Tapi ketika kita tidak langsung menghakimi, melainkan justru menggali apa yang dia maksudkan, seberapa jauh pemahamannya tentang pacaran dan pernikahan, kita justru sadar bahwa tidak perlu ada yang dikuatirkan.

Yakobus 1:19-20 (TB)  Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

James 1:19-20 (ESV)  Know this, my beloved brothers: let every person be quick to hear, slow to speak, slow to anger;
for the anger of man does not produce the righteousness of God.

http://www.bibleforandroid.com/v/7515ddb1ad2c

Alternatif

Pagi ini sambil berangkat sekolah, Bhima belajar tentang alternatif. Alternatif itu artinya yang lain. Contohnya Bhima biasa ke sekolah lewat depan komplek, tapi hari itu jalan ditutup karena ada acara, lalu gimana? Kita bisa lewat Bonjol, jalan alternatif, jalan yang lain.
Setelah diberikan beberapa contoh sederhana, mulailah Bhima mengembangkan sendiri beberapa alternatif untuk suatu masalah. Bhima biasa diantar sekolah naik motor, tapi ternyata motor bapak habis bensin gak bisa jalan, lalu gimana? Alternatifnya naik mobil. Betul! Ehhh tapi ternyata ban mobilnya kempes, lalu gimana? Naik sepeda. Betul! Tapi ban sepedanya juga kempes, lalu gimana? Jalan kaki, hihi. Mungkin dia sambil  membayangkan jalan kaki ke sekolah yang pastinya lumayan melelahkan (mungkin sekitar 20-30 menit).
Bapak juga tegaskan kenapa kita mencari alternatif, yaitu supaya kita mencapai tujuan. Di contoh tadi tujuannya apa? Mencapai ke sekolah.
Lalu Bhima ketawa-ketawa bahagia, sepertinya dia paham yang kuajarkan, kubiarkan imajinasinya berlari sendiri, dia mulai merapal penggalan kalimat dan lagu-lagu yang biasa ia tonton di youtube.

Aku mau Bhima mengembangkan kreativitasnya. Dalam hidup, kehabisan pilihan/alternatif berarti mati.

05 April 2016

Roda kehidupan

Pagi ini sambil antar Bhima sekolah, aku mengajarnya tentang roda kehidupan. Seperti roda, kadang kita di atas dan kadang kita di bawah. Kadang suka dan kadang duka, kadang senang dan kadang sedih, kadang kecukupan dan kadang merasa kekurangan, dan seterusnya.
Kita tidak akan merasa senang terus, tapi juga tidak akan selalu susah terus..
Aku ulangi konsep ini 2-3x. Bhima diam saja, aku tahu dia mendengarkan.
Bapak: Pada waktu kita senang harus apa Bhi?
Bhima: Berdoa, berterimakasih
Bapak: Iya bagus, bersyukur. Lalu pada waktu kita susah?
Bhima: Minta sama Tuhan..
Bapak: Betul, kita harus berdoa minta sama Tuhan apa yang kita butuhkan. Bapak bangga sama kamu, nak!

04 April 2016

Ada Waktu

Pagi ini sambil berangkat sekolah, Bhima belajar tentang ada waktu untuk segala sesuatu.
Pengajaran ini berdasar kitab Pengkotbah pasal 3 tapi tentu gak letterlijk sesuai teks di Alkitab.
Obrolannya dikontekstualisasi dengan kondisi Bhima yang anak TK usia 5 tahun.
Ada waktu untuk belajar, ada waktu untuk bermain.
Ada waktu untuk bangun, ada waktu untuk tidur.
Ada waktu untuk bicara, ada waktu untuk diam.
Seterusnya Bhima meneruskan sendiri.. Makan, tidur siang, berdoa, main skate (kebetulan kemarin diajak ke Scientia Square Park main skate, panjat dinding, dll)
Sesudah itu Bhima juga belajar bahwa dalam sehari Tuhan memberikan waktu yang sama untuk semua orang, Bapak kasih tahu Bhima bahwa dalam 1 hari ada 24 jam. Kita harus memanfaatkan dengan sebaik mungkin waktu yang ada supaya hasilnya juga baik.
Senangnya bisa belajar bersama anakku :)

No WA Tiyo

Halo! Posting ini saya buat karena saat chatting di Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee tidak boleh mengirim no kontak HP/WhatsApp. Jad...