Tampilkan postingan dengan label pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilihan. Tampilkan semua postingan

01 September 2016

Choice

God gives you the most sacred gift of the prerogative of CHOICE, but God will not give you the privilege of determining a different outcome to what the choice will entail. The consequences are bound to the choice.
(Ravi Zacharias)

13 April 2016

Alternatif

Pagi ini sambil berangkat sekolah, Bhima belajar tentang alternatif. Alternatif itu artinya yang lain. Contohnya Bhima biasa ke sekolah lewat depan komplek, tapi hari itu jalan ditutup karena ada acara, lalu gimana? Kita bisa lewat Bonjol, jalan alternatif, jalan yang lain.
Setelah diberikan beberapa contoh sederhana, mulailah Bhima mengembangkan sendiri beberapa alternatif untuk suatu masalah. Bhima biasa diantar sekolah naik motor, tapi ternyata motor bapak habis bensin gak bisa jalan, lalu gimana? Alternatifnya naik mobil. Betul! Ehhh tapi ternyata ban mobilnya kempes, lalu gimana? Naik sepeda. Betul! Tapi ban sepedanya juga kempes, lalu gimana? Jalan kaki, hihi. Mungkin dia sambil  membayangkan jalan kaki ke sekolah yang pastinya lumayan melelahkan (mungkin sekitar 20-30 menit).
Bapak juga tegaskan kenapa kita mencari alternatif, yaitu supaya kita mencapai tujuan. Di contoh tadi tujuannya apa? Mencapai ke sekolah.
Lalu Bhima ketawa-ketawa bahagia, sepertinya dia paham yang kuajarkan, kubiarkan imajinasinya berlari sendiri, dia mulai merapal penggalan kalimat dan lagu-lagu yang biasa ia tonton di youtube.

Aku mau Bhima mengembangkan kreativitasnya. Dalam hidup, kehabisan pilihan/alternatif berarti mati.

14 Februari 2016

Abu-abu

Abu-abu adalah warna favoritku. Bagus dikombinasikan dengan warna-warna cerah seperti kuning, oranye, merah, cyan, magenta, fuschia, dst. Grey is the new black. Foto black and white pun sesungguhnya bukanlah hitam dan putih saja, justru di sana banyak variasi abu-abu atau shades of grey.
Sesungguhnya tak ada yang benar-benar hitam dan putih, kecuali mungkin beberapa hal si dalam sebuah doktrin atau prinsip-prinsip keagamaan. Sementara dalam prakteknya, dalam hidup keseharian selalu berada di shades of grey tersebut. Pilihan-pilihan hidup seperti karir, studi, kapan melakukan sesuatu, kemana mau pergi, dengan siapa kita beraktifitas, dst tidak ada yang yang mutlak pasti salah atau pasti benar.
Dalam hidup yang serba abu-abu ini, kita harus tahu mengenai putih (hal yang benar dan bahkan *Kebenaran sejati) dan hitam (salah secara logika wajar dan bahkan agama). Kedua hal ini dibutuhkan untuk kita tahu batasan-batasan ekstrim.
Sementara dalam memilih di gradasi abu-abu, bisa juga memilih grey 18% supaya warna netral, tidak terlalu kuning atau biru atau merah (ini dalam fotografi ya, hehe)

*) Dengan huruf besar karena dipersonifikasi melalui keilahian Tuhan Yesus

No WA Tiyo

Halo! Posting ini saya buat karena saat chatting di Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee tidak boleh mengirim no kontak HP/WhatsApp. Jad...