Bersyukur

Pagi tadi pas berangkat sekolah, Bhima ngedumel waktu ada motor yang hampir nyerempet motor kita.
"Gimana sih orang jalannya gak liat-liat.."
"Bhi, kok pagi-pagi ngomel.. Emang Bhima niru siapa sih kaya gitu? Bapak ya, suka ngomel sambil nyetir? Maafin Bapak ya nak.."
Bhima diam saja. Iya, aku tahu dia sedang meniruku.

"Gak baik ngomel-ngomel, Mbhi. Kita harus banyak bersyukur.. (Hehe ceritanya baru dapat pencerahan nih)
Pagi ini cerah ya? Wah coba kalo hujan deras, kita pasti repot deh. Musti pakai mobil, bawa payung, pakai jaket biar gak kedinginan.. Kita bersyukur yuk karena pagi ini cerah!
Bhi, coba kamu tarik nafas panjang #hufff lalu buang #husss. Bersyukur ya Bhi, kita bisa nafas. Di RS ada lho orang yang susah napas, perlu dibantu alat. Nama alatnya ven-ti-la-tor. Ventilator.
Eh kita kan bisa melihat. Coba tuh lihat awan di sana..."
"Iya aku bisa lihat awan yang jauh, aku kan pinter makan carrot.."
"Coba kamu tutup mata deh. Gimana, kalo matanya ditutup Bhima bisa baca? Enggak kan? Coba tutup, nah tulisan di mobil itu apa bacanya Bhi?
Bersyukur ya kita bisa melihat, bisa baca, dan banyak baca jadi pinter.. Coba kalo Bhima gak bisa lihat, pasti gak enak rasanya, semuanya gelap.."

Selalu ada hal yang bisa disyukuri, tapi apakah kita sadar dan tergerak untuk mensyukurinya?
Selalu ada alasan untuk bersyukur, tapi seringkali ada mental block yang begitu besar yang menghalangi kita, yang menganggap banyak hal sebagai hal yang remeh temeh, hal biasa, padahal semuanya adalah anugerah dari Tuhan.

Tips bersyukur:
1. Hitunglah apa yang ada padamu, bukan yang tidak ada.
2. Kontraskan dengan keadaan jika kita tidak memiliki apa yang kita miliki itu.

Comments