Jangan Pukul


Bhima sudah kelas 1 SD. Belum lama ini waktu bermain Bhima didorong temannya sampai kakinya terantuk tangga dan luka di dua bagian. Anak yang mendorongnya biasanya kalem. Mbahnya juga bilang bahwa gaya bermainnya Bhima dan teman-teman adalah saling dorong. Sedih juga melihat kondisi seperti ini.
Tapi aku harus berbuat sesuatu.
Bhima mulai diperkenalkan dengan bela diri.
Dalam bela diri, dilatih kuda-kuda. Dengan kuda-kuda yang benar, tidak mudah jatuh.
Selain itu, dengan berlatih bela diri di bawah sadar kita mempunyai pengenalan yang lebih baik tentang diri kita sendiri.
Aku mau memperkenalkannya pada Aikido, ah tapi rasanya kok usia 6 tahun itu masih terlalu muda. Maka aku tidak memasukkan Bhima di les aikido, tapi memperkenalkan hal-hal yang praktis dapat digunakan.
Ikkyo, nikkyo, sankyo. Tiga bentuk kuncian dasar dalam Aikido tadi dipelajari sambil main gulat, sebelum mandi. Hari Sabtu seperti ini memang ideal untuk berkomunikasi dan beraktivitas bersama keluarga.
Bhi, kalau ada temanmu pukul kamu, jangan balas memukul. Meskipun kamu dipukul duluan, bisa saja kamu disalahin, karena kamu juga memukul. Tapi kalau kamu melakukan kuncian sambil bilang, "Tolong jangan pukul aku ya. Aku tidak suka kamu pukul aku. Rasanya sakit kalau dipukul."
Kamu tidak tahu namanya, tidak masalah. Ini tipsnya, pegang di sini dan di situ. Jangan terlalu ke sini. Yak, pas di situ. Jauhkan ke situ, karena kalau dekat dia mudah lepas. Jangan sekadar bentuknya seperti itu, tapi rasakan kunciannya masuk atau tidak. Nih, contohnya... Waktu Bhima aku kunci dan tidak bisa melepaskan diri, dia mengaduh sambil ketawa-ketiwi. Persis waktu aku kecil, ketawa-ketiwi itu tandanya kagum dengan apa yang diajarkan. Mulai dari kagum muncul ketertarikan, semoga ia tekun mendalaminya dan mampu menggunakannya di saat ketika diperlukan.

Comments