"Bhima, bangun! Sudah jam 5, nak.."
Kaget, lalu dia marah, gak mau dielus, dibelai, bahkan disentuh aja gak mau. Hancur rasanya hatiku sepanjang hari itu.
Akhirnya mbahnya yang membantunya mandi dan makan. Bhima tetap sekolah seperti biasa.
Sore harinya, bapak pulang disambut Bhima dengan gembira, sontak hatiku gembira. Ia memeluk dan menciumku bertubi-tubi..
"Bhi, bapak tadi pagi sedih deh pas Bhima ngambek. Jangan marah lagi ya," kataku sambil berkaca-kaca.
Ia melihatku bingung, mungkin sudah lupa kalau dia ngambek.
"Selow aja men!"
Ngakak! Belajar dimana ngomong kaya gitu? Dasar anak kelas 1 SD.. :)
Tampilkan postingan dengan label cium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cium. Tampilkan semua postingan
02 Desember 2016
Langganan:
Postingan (Atom)
No WA Tiyo
Halo! Posting ini saya buat karena saat chatting di Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee tidak boleh mengirim no kontak HP/WhatsApp. Jad...
-
Kenangan adalah bagian integral dari perjalanan pendidikan kita. Dari berbagi tawa dengan teman-teman sekelas, sampai penyelesaian studi dan...
