Belajar dari Masalah

Siang tadi ketemu sama mas Agung dari www.bimbelwirausaha.com. Sama dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, tadi belajar tentang wirausaha.


Tadi ngebahas apa yang sudah dilakukan dan mengevaluasinya. Dari bertemu masalah kita bisa mencari solusi dan memperbaiki untuk kedepannya gak salah lagi. Nah, sebelumnya Coach Henky (guru kami berdua) juga udah ngomong seperti itu, bahkan dia bilang kalau ada "kerugian" dari masalah tsb, itulah "uang sekolah" kita. Yang gue seneng mas Agung menerjemahkan ucapan pak Henky tadi dengan membuat hal praktisnya, yaitu mencatat di form masalah: apa saja masalah yang ditemui, apa solusinya, dan apa tindak lanjutnya. *bongkar rahasia dikit nih*
Dari pembicaraan ada beberapa masalah yang dicatat, antara lain:
  • Masalah: salah ngedit foto, ketahuan salah pas sudah dicetak di kanvas ukuran besar
    Solusi: sebelum dicetak di kanvas ukuran besar (yang mahal), cetak dulu di photopaper untuk dicek di tempat yang terang untuk melihat detailnya.
  • Masalah: waktu antar foto ukuran besar, ternyata dibanding ukuran temboknya, foto tsb masih kelihatan kecil.
    Solusi: survey dan interview dulu sebelum deal, perlu ada ratio ukuran foto dibanding ukuran dinding, siapkan pricelist ukuran yang lebih besar.
  • Dan lain-lain
Dari beberapa masalah itu, diambil garis merahnya bahwa SOP harus diperbaiki (dilengkapi) dan sebaiknya ada Interview dengan Klien sebelum pemotretan dan penentuan ukuran cetak, dst.
Tadi kita merancang Form Interview dan gue praktekin ke mas Agung. Jajal form dan sekalian cari data real. Dan beneran, lho! Jadi muncul gambaran apa yang akan dilakukan dan bagaimana melakukannya. Belajar dari masalah, dan berkembang dari situ.

"When you lose, don't lose the lesson."

Comments