Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan

29 Mei 2020

Satu, Boss, bukan tiga!

Kekristenan mengakui keesaan Tuhan. Tuhan itu esensinya adalah satu. Tuhan adalah satu-satunya Pencipta langit bumi dan segala isinya. Tuhan adalah Sang Maha segalanya. Tuhan adalah Penguasa dan Tuan dari segala yang diciptakan-Nya.
.
Lalu umat agama lain menuduh "orang Kristen menyembah 3 tuhan."
.
Cukup tersenyum saja. Kenapa gak mendebat atau menyanggah? Karena ketidakpercayaan tidak bisa diselesaikan dengan pikiran tertutup. Dijelaskan sejelas apapun tidak akan mau menerima kalau ia menutup diri. Tuhan sendiri melalui Roh-Nya yang Kudus akan menerangi ruang hatinya ketika orang itu mau membuka hati dan pikirannya. Hanya Roh Kudus yang memampukan seseorang mengaku percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

11 April 2019

Tuhan tidak bisa

Tadi pagi saya memikirkan tentang satu hal yang saya pikir tidak bisa dilakukan oleh Tuhan, yaitu Tuhan tidak bisa memaksa manusia untuk percaya pada-Nya. Seandainya saja Tuhan melakukan itu kan manusia tidak ada lagi yang atheis, agnostik, animisme, panteisme, dll. Tuhan tidak otoriter yang sepihak memaksakan kehendak. Tuhan justru memberikan kehendak bebas bagi manusia untuk memilih apa yang mau dipercayainya, dengan segala konsekuensinya.

Ada 1 kalimat yang diucapkan Ravi Zacharias tentang pilihan, kira-kira seperti ini, "Kamu bebas memilih mempercayai apa yang ingin kamu percayai, tapi kamu terikat pada akibat dari pilihanmu itu." Saya sebagai orang Kristen mengartikannya begini: kalau kamu gak mau percaya Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat atau sekadar Nabi dan manusia biasa, itu pilihanmu. Tapi akibat dari pilihanmu adalah jika kamu percaya Yesus adalah Tuhan, itu karena Roh Kudus yang bekerja memampukan kita bersaksi seperti itu, dan Tuhan telah menyediakan tempat bagi anak-anak yang percaya pada-Nya di sorga mulia.

25 Desember 2018

BETUL! Memang Yesus lahir tanggal 25 Desember, menurut Dr. Bambang Noorsena


Pertanyaan:
Benarkah Yesus itu lahir pada tanggal 25 Desember?

Dr. Bambang Noorsena:
Betul, memang. Orang yang menyangkal itu kan sebetulnya hanya mengenal buku-buku sejarah dari gereja Roma Katolik. Natal itu pertama kali ditetapkan bukan di Roma, tapi di Alexandria tahun 189M pada masa Patriarch Gereja Koptik Orthodox itu adalah Patriarch Demitrius. Nah pada saat itu, gereja itu begini lho. Begitu dia keluar dari batas-batas keyahudian, artinya gereja pertama kali disebut orang-orang yang diejek orang Yahudi sebagai Nosrim, kelompok Nazarene, kelompok Nasrani, itu sebetulnya ejekan orang Yahudi untuk orang Kristen. Maka Paul disebut sebagai salah satu tokoh dari sekte orang-orang Nasrani. Itu identitas dari gereja Yahudi di Yerusalem yang dipimpin oleh Rasul Yakobus. Terus kemudian, orang Yahudi mengeluarkan kutukan terhadap orang Kristen pada saat konsili di kota Yamnea, dekat Tel Aviv sekarang, terkutuklah orang-orang Nosrim. Setelah itu kebudayaannya bergeser kepada kebudayaan non-Yahudi. Kalau kebudayaannya bergeser, berarti Injil harus dikontekstualisasikan supaya dimengerti oleh penduduk yang non-Yahudi. Berkembanglah Injil di Antiokhia, di Syria. Kisah Rasul 11:26, di situ dikenal dengan sebutan Kristianos, yaitu Kristen. Untuk pertama kalinya disebut Kristen. Kebudayaannya Yunani, kalendernya ganti, bukan kalender Yahudi yang memakai sistem peredaran bulan tapi kalender matahari yang dipakai di jaman dinasti Seleucid. Ketika Injil dibawa Rasul Markus ke Alexandria, kalendernya memakai kalender bintang. Kalender Kawakibiyah, bukan kalender Komariyah, bukan kalender Syamsiyah. Kalender bintang itu dikenal di gereja Koptik Orthodox dengan nama Anno Martiri, kalender yaitu tahun kemartiran.
Di situ disebutkan rayakanlah kelahiran dari Juru Selamat kita, itu dalam sebuah dokumen yang dikenal dengan Koptik Didaskalia Apostolorum, dari tahun 189. Rayakanlah kelahiran Tuhan kita tepat tanggal 29 bulan Mesir keempat, atau bulan Kiyah, atau tanggal 25 bulan Ibrani kesembilan. Bulan Ibrani kesembilan itu bulan Kislew. Nah, bagaimana bisa menentukan itu? Itu dari Alkitab. Di Alkitab dikatakan bahwa Zakaria itu membakar ukupan, saat itu dia mendapatkan tanda bisu. Waktu itu Zakaria di rombongan Abiya. Rombongan Abiya itu menurut 1 Tawarikh 24:7-19 adalah rombongan kedelapan. Berarti Zakaria itu mewakili golongan Abiya membakar ukupan pada perayaan yang namanya Yom Kipur, kira-kira bulan September. Kenapa bulan Yom Kipur? Karena semua puak Israel kumpul di Yerusalem, di Bait Allah. Itu menunjukkan perayaan Yom Kipur.
Kemudian, Lukas 1:26, enam bulan setelah Malaikat menemui Zakaria di perayaan Yom Kipur itu, dia bertemu dengan Maria di Nazaret. Enam bulan setelah bulan Tisri, karena Yom Kipur itu dirayakan tiap bulan Tisri. Enam bulan setelah bulan Tisri itu adalah bulan Nisan. Bulan Nisan itu kira-kira Maret.
Makanya sebelum Bapak-bapak Gereja abad keempat yang dituduh katanya Natal itu perayaan dewa matahari, ini adalah tuduhan yang sama sekali buta sejarah. Sebetulnya itu sudah ada tulisannya Irenius, tulisannya Hippolitus, itu Bapak-bapak Gereja dari generasi ketiga itu mengatakan bahwa perayaan Bunda Maria menerima Kabar Gembira dari Malaikat itu tanggal 15 bulan Nisan atau tanggal 25 Maret. Sembilan bulan setelah Maria mengandung pemberitaan Malaikat tanggal 25 Maret, itu jatuhnya tanggal 25 Desember.
Itu tidak sulit dihitung karena kita tidak mengerti sejarah.

17 Agustus 2016

Tema besar kemanusiaan

Tema besar dalam perjalanan sejarah umat manusia adalah belenggu dan pembebasan. Berulang kali umat manusia dibelenggu, dibatasi, ditahan kebebasannya oleh sesamanya manusia. Contohnya bangsa Indonesia yang mengalami penjajahan dari bangsa satu ke bangsa lain. Ya, bukan hanya 1 bangsa yang pernah menjajah kita. Sejarah mencatat setidaknya kita pernah dijajah oleh Portugis, Belanda, Inggris, hingga bangsa sebenua yaitu Jepang.
Begitu pula dengan Alkitab di Perjanjian Lama tema sentralnya adalah pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, dan di Perjanjian Baru tema besarnya adalah pembebasan seluruh umat manusia dari belenggu dosa melalui kematian dan kebangkitan Yesus, Sang Juruselamat.

No WA Tiyo

Halo! Posting ini saya buat karena saat chatting di Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee tidak boleh mengirim no kontak HP/WhatsApp. Jad...