Meninggalkan Facebook

Internet sebenarnya sangat sangat luas. Masalahnya seringkali kita hanya terjebak di satu tempat saja, yaitu Facebook. Memang cukup ideal FB tempat yang ramai dijadikan tempat temu kangen, sekadar chit chat, berbagi pengalaman keseharian, berbagi pendapat, hingga jualan.
Tapi saya jenuh sekali terutama ketika saya merasa tidak bisa hidup tanpa buka Facebook. Saya sadar punya masalah dengan kebebasan. Kebebasan saya seakan diukur dengan banyaknya like saat menulis status, pilihan bacaan yang terbatas membuat wawasan pun terbatas. Apa yang kita konsumsi sehari-hari ternyata bisa dipilih dan saya pun memilih untuk meninggalkan Facebook sampai entah kapan.
Hari ini mungkin sudah lebih dari 2 minggu. Ada kalanya bingung mau buka apa, tapi ternyata banyak sekali pilihan, baik itu portal berita, humor, video, pembelajaran, dan lain-lain.
Meninggalkan Facebook membuatku bebas memilih apa yang hendak aku konsumsi, bahkan untuk memproduksi sebuah pendapat melalui blog seperti ini.

Comments